Bumi Datar Teori atau Konspirasi #1: Banyak Satelit di Angkasa tapi, Tidak Kelihatan??

Blogger Jokam – Awal tahun 2014 lalu, ketika aku meminta izin pulang dari pondok pesantren untuk berobat karena sakit. Aku sedikit terkejut tentang berita yang sedang booming di Internet. Betapa tidak, berita yang booming pada saat itu adalah berita tentang Bumi Datar dikatakan seperti lempengan Disk, oh Sh*t. – Banyak Satelit di Angkasa, tapi Tidak Kelihatan??

Apa yang sobat fikirkan mengenai teori bumi datar? mendengar teori itu saja mungkin sebagian dari kita sudah akan menganggap teori bodoh, teori konyol, teori aneh, betul?. Tapi jangan salah, teori bumi datar mempunya pendukung yang sangat banyak sekali, terutama di Indonesia, mereka menyebut diri mereka sebagai Flat Earther atau Pemercaya Bumi Datar.

Mereka para flat earther sangat percaya sekali dengan teroi ini, mereka menganggap bumi sebenarnya berbentuk seperti lempengan disk dan setelah benua atlantik itu ada daratan lagi yang di sembunyikan oleh elite global, uh.. that was good fairy tale, I think.

bumi bulat datar - Bumi Datar Teori atau Konspirasi #1: Banyak Satelit di Angkasa tapi, Tidak Kelihatan??

Banyak sekali sanggahan-sanggahan yang mereka kemukakan, seperti; Jika satelit itu ada, dimana mereka? Jika satelit banyak kok nggak kelihatan?. Jujur, aku sendiri menganggap teori flat earth ini adalah teori pembodohan publik yang di balut dengan pembahasan nyentrik.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas Apakah satelit ada? jika memang ada dimana mereka?

Apakah Satelit Ada?

Singkatnya, ADA!

Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan. Sisa artikel ini akan berkisar tentang satelit buatan. Untuk informasi lebih lengkap bisa kunjungi : https://id.wikipedia.org/wiki/Satelit

Perlu diketahui, Satelit memiliki jalur orbit masing-masing atau yang kita kenal dengan Orbit stasioner, ada yang mengorbit pada titik rendah ada juga yang sampai tinggi sekali.

  1. LEO (Low Earth Orbit)
    Satelit jenis LEO merupakan satelit yang mempunyai ketinggian 320 – 800 km di atas permukaan bumi. Karena orbit mereka yang sangat dekat dengan bumi, satelit LEO harus mempunyai kecepatan yang sangat tinggi supaya tidak tertarik oleh gravitasi bumi. Kecepatan edar satelit LEO mencapai 27.359 Km/h untuk mengitari bumi dalam waktu 90 menit. Delay Time LEO sebesar 10 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi)
  2. MEO (Medium Earth Orbit)
    Satelit pada orbit ini merupakan satelit yang mempunyai ketinggian di atas 10000 km dengan aplikasi dan jenis yang sama seperti orbit LEO. Namun karena jarak yang sudah cukup jauh jumlah satelit pada orbit MEO tidaklah sebanyak satelit pada orbit LEO. Satelit jenis MEO ini mempunyai delay sebesar 60 – 80 ms. MEO, Medium Earth Orbit Satelit dengan ketinggian orbit menengah dengan ketinggian 9656 km hingga 19312 km dari permukaan bumi. Pada orbit ini satelit dapat terlihat oleh stasiun bumi lebih lama sekitar 2 jam atau lebih. Dan waktu yang diperlukan untuk menyeleseaikan satu putaran mengitari bumi adalah 2 jam hingga 4 jam.
  3. GEO (Geostsionary Earth Orbit)
    Satelit GEO merupakan sebuah satelit yang ditempatkan dalam orbit yang posisinya tetap dengan posisi suatu titik di bumi. Karena mempunyai posisi yang tetap maka waktu edarnyapun sama dengan waktu rotasi bumi. Posisi orbit satelit GEO sejajar dengan garis khatulistiwa atau mempunyai titik lintang nol derajat.Sebuah orbit geostasioner, atau Geostationary Earth Orbit (GEO), adalah orbit lingkaran yang berada 35.786 km (22.236 mil) di atas ekuator Bumi dan mengikuti arah rotasi bumi. Sebuah objek yang berada pada orbit ini akan memiliki periode orbit sama dengan periode rotasi Bumi, sehingga terlihat tak bergerak, pada posisi tetap di langit, bagi pengamat di bumi. Satelit komunikasi dan satelit cuaca sering diorbitkan pada orbit geostasioner, sehingga antena satelit yang berkomunikasi dengannya tidak harus berpindah untuk melacaknya, tetapi dapat menunjuk secara permanen pada posisi di langit di mana mereka berada. Sebuah orbit geostasioner adalah satu tipe orbit geosynchronous.
    Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Satelit

 

Berapa Jumlah Satelit yang Mengorbit Bumi?

Setidaknya ada 1381 satelit di angkasa, bahkan lebih. Tidak semua foto satelit merupakan gambar CGI. Jika kalian mau, kalian bisa mencari foto satelit asli yang bukan CGI, tapi kembali lagi, jika memang sudah tidak percaya akan beda urusannya.

parabola 4 - Bumi Datar Teori atau Konspirasi #1: Banyak Satelit di Angkasa tapi, Tidak Kelihatan??

Seperti yang kita tahu ada ribuan satelit yang mengorbit bumi, maka muncul pertanyaan baru. “Apa Angkasa nggak sesak tuh dengan begitu banyak satelit yang mengorbit bumi?” Jika kita melihat video flat earth, mereka mengeklaim kalau langit penuh sesak dengan satelit yang ada, padahal sebenarnya Tidak.

Satelite yang paling dekat dengan permukaan bumi disebut sebagai LEO (Low Earth Orbit) yang beredar di bumi pada ketinggian 160-2000 km. Jumlah satelit LEO ini sekitar 500 satelit. Jika melihat luas permukaan bumi (bulat), maka ada 500 satelit yang beroperasi di luasan 510,072,000 km2. Jika kita bagikan ialah 510,072,000 km2 : 500= +-1.000.000 km2. Jadi hanya akan ada 1 satelit setiap 1.000.000 km2.

Selain jumlahnya yang tidak terlalu banyak jika dibandingkan bumi, ternyata ukuran satelit juga sangat kecil, terlalu kecil untuk bisa teramati di teleskop. Ukuran dari ISS (International Space Station) ialah sebesar lapangan American Football (0.0055km^2) sedangkan bulan ialah 9.476.927 km^2, perbandingannya 1:1.723.077.636,3636. Satelit yang ukurannya 1/1.723.077.636,3636 kali ukuran bulan ini bergerak dengan kecepatan 28.000 km/jam (ket: kita bahas di Final Part). Sudah kecil, bergeraknya sangat cepat lagi, fakta-fakta inilah yang menyebabkan sangat sulit untuk melihat satelit melalui teleskop.

Maka menemukan sebuah satelit tidaklah semudah yang pembuat video ini katakan. Meski begitu, masih banyak orang yang bisa menangkap satelit menggunakan teleskop mereka. Nah, berarti muncul pertanyaan baru “Jika teleskop saja bisa menagkap planet atau bintang dengan mudah, kenapa sulit untuk menangkap satelit?”
Kembali lagi, Ukuran satelit yang teramat kecil.

Sederhananya, Sudah kecil jalnnya ngebut!

Video yang di share oleh channel flat earth 101 berisi informasi yang kurang lengkap, karena hanya memberikan informasi pendukung teori bumi datarnya, informasi untuk bumi bulat tidak pernah dishare disana.

Referensi:

http://www.space.com/17683-earth-atmosphere.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Satelit

http://mystupidtheory.com/teori-bumi-datar-flat-earth-theory/

http://curious.astro.cornell.edu/about-us/41-our-solar-system/the-earth/orbit/87-how-do-you-measure-the-distance-between-earth-and-the-sun-intermediate

Universetoday.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *