Mitos Tentang Tombol “REFRESH” di Windows! [Fungsi Sebenarnya Refresh di Desktop Windows]

KompiOtodidak – Kenapa gue sebut “tombol Refresh di Desktop Windows?” Karena di OS selain Windows TIDAK ADA! :v .. ampe kiamat juga lo gak bakal nemu tombol refresh desktop di Linux.

Awalnya gini, kemarin teman gue datang kerumah dengan membawa laptopnya, yang berisini Windows 7. Kedatangan teman gue ini bukan tanpa alasan dan doi datang dengan otak penuh pertanyaan: Kapan Aura Kasih jadi pacar gue ya? . Kenapa Windows gue LEMOT!, sebelumnya gue pernah menulis artikel tentang kenapa laptop/komputer gue lemot

Doi pun datang dan menghidupkan laptopnya, benar saja. Booting memakan waktu cukup lama, dan ketika sudah masuk desktop pun belum bisa ready. byuuh!

fungsi2Brefresh252C2Bmitor2Brefresh - Mitos Tentang Tombol "REFRESH" di Windows! [Fungsi Sebenarnya Refresh di Desktop Windows]
Ini Desktop! iya desktop Windows punya adek ane +Chandra Satria 

oh iya, teman gue ini namanya …………parmin.

kemudian…jeng—jeng—jeng ….

dia menekan tombol “Klik kanan-Refresh” berulang kali. Lalu gue stop-in.

Gue : Stop, kenapa lu refresh terus ?
Parmin : Ah, lu kek gak tau aja, ini fungsinya biar Processornya selalu seger!
Gue : …… (emg iya sih? setau gue bukan deh (dalem ati))
Parmin : Lu, gak tau apa? Ini biar laptop gue cepet respon!
Gue : Kebanyakan nelen biawak lo min!, mana ada refresh buat mempercepat processor, noh liat malah tambah lemot.

Parmin pun tetep ngotot dengan pendiriannya, malah dia semakin nafsu menekan refresh di laptop, dan tiba-tiba ….. Bluescreen!

Akibat kejadian leptop parmin bluescreen karena refresh yang terlalu membabi buta, akhirnya memaksa gue buat googling, “apa sih fungsi refresh di Windows?” Sedangkan di Linux tidak ada *gue pake Linux sob!

Akhirnya gue menemukan salah satu Mitos komputer yang beredar di seantero Indonesia, Dunia, bahkan se alam semesta! yaitu: Mitos tenang Fungsi Refresh…. Auuuu~~

Sebenarnya, Fungsi Refresh di Desktop Windows itu Bukan untuk menyegarkan Processor atau menyegarkan apapun di Laptop/Komputer Windows, melainkan Murni Menyegarkan Desktop. maksudnya, jika kita meletakan Icon/Shortcut di Desktop, tetapi belum muncul, Nah disini gunanya Refresh tadi, agar icon/shortcut yang kita buat tadi nampak. Itulah kenapa di Linux tidak ada, (entah kalau di OS X)

Mitos yang beredar:

Refresh membuat komputer semakin Fresh! lo kira mijon!
setiap komputer baru selesai booting dan sudah masuk Desktop wajib me-refresh! Nah mitos yang satu ini yang menyesatkan teman pe’ak gue, parmin!

sebenarnya mitos yang kedua itu, justru jangan di lakukan, karena saat komputer memasuki Desktop untuk pertama kali, processornya sedang menjalankan Program yang di set stratup, intinya itu adalah ‘jam sibuknya’ processor. eh malah di tambah refresh ya jadi tambah sibuk hasilnya? LELET!

Terus apa me-refresh komputer saat awal atau saat-saat tertentu harus?
Tidak harus kawan, tidak harus. Karena sebenarnya ini adalah refresh biasa, kecuali kalau kalian meletakan Icon sempak dan behanya aura kasih di Desktop dan belum muncul, itu baru di refresh!

Komputer ku lelet bang kalau gak di refresh…
itu mitos bro, percaya lah… percaya sama gue bro, sesat!. seriously please!

INTINYA:

Refresh di Windows itu hanyalah refresh biasa, bukan untuk menyegarkan Processor atau malah meng-upgrade processor dari Intel Ator ke Intel core i7, Bukan!
Bukan juga menyegarkan RAM, dan sejenisnya, BUKAN! itu semua Mitos!

Sengaja gue, post tentang mitos ginian pas malem jumat, biar kesannya serem.. ~auuu….

sudah dulu ya bro, gue mau sahur, besok masih puasa ini, bentar lagi lebaran bro, jangan lupa belikan gue sempak dan kolor baru! see yaaa!

eh eh… bentar! … Terus laptop si Parmin gimana?

Au ah gelap!

7 tanggapan untuk “Mitos Tentang Tombol “REFRESH” di Windows! [Fungsi Sebenarnya Refresh di Desktop Windows]

  • 10 Juli 2015 pada 12:45 pm
    Permalink

    Nah ini bang Raka, pengguna OS X pun merespon:

    kalau di OS X gak ada pilihan Refresh saat klik kanan Desktop!

    Balas
  • 10 Juli 2015 pada 2:57 pm
    Permalink

    SLAX ?? Ane belum pernah make vroh,..

    Balas
  • 10 Juli 2015 pada 3:19 pm
    Permalink

    kwokwo,, katanya linuxer, masa linux begituan belum pernah nyoba :v

    Balas
  • 10 Juli 2015 pada 3:57 pm
    Permalink

    Ane Cupu Vroh, cuman ublek di debian family dan Arch doang xD

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *